KAWASAN PASAR IKAN
Pasar Ikan
tahun 1940-an.
Kawasan Pasar Ikan Merupakan Daerah pesisir
Kecamatan Penjaringan yang merupakan salah satu kawasan bersejarah Jakarta, yang
terletak di muara Sungai Ciliwung yang merupakan daerah pelabuhan penting di
Jawa Barat, digunakan sebagai pelabuhan utama kerajaan Pakuan Pajajaran dan
Batavia. Daerah ini telah menjadi lokasi peperangan antara kerajaan lokal,
Kekaisaran Portugis dan Hindia Belanda. Sekitar abad ke-16, daerah Muara Angke
(daerah pantai Penjaringan, hanya untuk sebelah barat Batavia lama) dianggap
area strategis dengan Kesultanan Banten dan Kesultanan Demak untuk merebut
pelabuhan Sunda Kelapa dari Portugis.
Selama era kolonial
Belanda, daerah yang sekarang Kelurahan Administratif Penjaringan dikembangkan
menjadi area labuh kapal. Gudang dibangun di daerah ini sejak abad ke-17,
beberapa bangunan masih ada hari ini (seperti sekarang Museum Bahari Galangan
Kapal VOC dan, kantor perdagangan mantan dibangun pada 1628). Ini pelabuhan
Batavia pernah menjadi bagian dari pelabuhan utama dari jaringan perdagangan
rempah-rempah komersial di Asia.
Beberapa desa
muncul selama era kolonial Belanda. Beberapa desa ini, terletak di pelabuhan
Batavia, yang sekarang dikenal sebagai Kampung Luar Batang. Desa ini merupakan
lokasi dari Masjid Luar Batang, dibangun pada 1739.
Selama tahun
1970, karena kapasitas yang tidak memadai dan kurangnya fasilitas, pelabuhan
perikanan baru yang disebut Pelabuhan Perikanan Samudera Jakarta (PPSJ) (juga
dikenal sebagai "Jakarta Fishing Port") diciptakan di sisi barat
Pelabuhan Sunda Kelapa, dalam Kecamatan Penjaringan. Kelayakan dan studi
rekayasa dilakukan oleh Japan International Cooperation Agency 1973-1979.
Konstruksi dibagi menjadi empat fase yang dimulai pada tahun 1980 dan selesai
pada tahun 2002.
3.1. Analisis
kawasan Pasar Ikan
disini dapat dilihat Letak Kawasan pasar ikan yang berdampingan dengan Musium Bahari dan Menara Syahbandar.
Analisis Arah Pintu masuk
pada Kawasan pasar ikan ini tidak adanya Pasar yang menjajakan Aneka Macam Ikan melainkan Pasar yang Menjajakan Oleh-oleh untuk wisatawan yang berkunjung ke Museum Bahari dan juga Peralatan Berlayar maupun menjaring Ikan. ada pula yang menjajakan ikan kering atau biasa disebut dengan ikan asin.
kondisi pasar Ikan
oleh-oleh souvenir
jaring ikan
pada bangunan Yang dilingkari Ungu, Saat Ini bangunan Tersebut Sangat tidak berfungsi Kosong dan tidak Digunakan.
Pada Bagian Dalam Kawasan hanya terdapat kios-kios yang menjual kebutuhan pokok maupun lainnya serta ada yang menjual Ikan kering atau ikan Asin.
Kawasan Pasar Ikan ini Juga dikenal dengan kawasan Sunda Kelapa. pada Kawasan ini Terdapat sebuah Masjid yang sangat Terkenal banyak Orang yang dari jauh berziarah atau mengunjungi masjid tersebut
Masjid Luar Batang adalah sebuah masjid yang berada di daerah Pasar Ikan, Jakarta Utara. Di masjid ini terdapat makam seorang ulama bernama Al Habib Husein bin Abubakar bin Abdillah Al 'Aydrus yang meninggal pada tanggal 24 Juni 1756. Nama masjid ini diberikan sesuai dengan julukan Habib Husein, yaitu Habib Luar Batang. Ia dijuluki demikian karena konon dahulu ketika Habib Husein meninggal dan hendak dikuburkan di sekitar Tanah Abang, tiba-tiba jenazahnya sudah tidak ada di dalam "kurung batang". Hal tersebut berlangsung sampai tiga kali. Akhirnya para jama'ah kala itu bermufakat untuk memakamkan beliau di tempatnya sekarang ini. Jadi maksudnya, keluar dari "kurung batang". Masjid ini sering didatangi peziarah dari berbagai pelosok tanah air.
...Masjid Luar Batang Saat Ini...




_TMnr_60046455.jpg)
No comments:
Post a Comment