Friday, 19 July 2013

BAB III


KAWASAN PASAR IKAN

Pasar Ikan tahun 1940-an.




Kawasan Pasar Ikan Merupakan Daerah pesisir Kecamatan Penjaringan yang  merupakan salah satu kawasan bersejarah Jakarta, yang terletak di muara Sungai Ciliwung yang merupakan daerah pelabuhan penting di Jawa Barat, digunakan sebagai pelabuhan utama kerajaan Pakuan Pajajaran dan Batavia. Daerah ini telah menjadi lokasi peperangan antara kerajaan lokal, Kekaisaran Portugis dan Hindia Belanda. Sekitar abad ke-16, daerah Muara Angke (daerah pantai Penjaringan, hanya untuk sebelah barat Batavia lama) dianggap area strategis dengan Kesultanan Banten dan Kesultanan Demak untuk merebut pelabuhan Sunda Kelapa dari Portugis.
Selama era kolonial Belanda, daerah yang sekarang Kelurahan Administratif Penjaringan dikembangkan menjadi area labuh kapal. Gudang dibangun di daerah ini sejak abad ke-17, beberapa bangunan masih ada hari ini (seperti sekarang Museum Bahari Galangan Kapal VOC dan, kantor perdagangan mantan dibangun pada 1628). Ini pelabuhan Batavia pernah menjadi bagian dari pelabuhan utama dari jaringan perdagangan rempah-rempah komersial di Asia.
Beberapa desa muncul selama era kolonial Belanda. Beberapa desa ini, terletak di pelabuhan Batavia, yang sekarang dikenal sebagai Kampung Luar Batang. Desa ini merupakan lokasi dari Masjid Luar Batang, dibangun pada 1739.

Selama tahun 1970, karena kapasitas yang tidak memadai dan kurangnya fasilitas, pelabuhan perikanan baru yang disebut Pelabuhan Perikanan Samudera Jakarta (PPSJ) (juga dikenal sebagai "Jakarta Fishing Port") diciptakan di sisi barat Pelabuhan Sunda Kelapa, dalam Kecamatan Penjaringan. Kelayakan dan studi rekayasa dilakukan oleh Japan International Cooperation Agency 1973-1979. Konstruksi dibagi menjadi empat fase yang dimulai pada tahun 1980 dan selesai pada tahun 2002.

3.1. Analisis 


kawasan Pasar Ikan 

disini dapat dilihat Letak  Kawasan pasar ikan yang berdampingan dengan Musium Bahari dan Menara Syahbandar.


Analisis Arah Pintu masuk

pada Kawasan pasar ikan ini tidak adanya Pasar yang menjajakan Aneka Macam Ikan melainkan Pasar yang Menjajakan Oleh-oleh untuk wisatawan yang berkunjung ke Museum Bahari dan juga Peralatan Berlayar maupun menjaring Ikan. ada pula yang menjajakan ikan kering atau biasa disebut dengan ikan asin.

kondisi pasar Ikan

 oleh-oleh souvenir
jaring ikan


pada bangunan Yang dilingkari Ungu, Saat Ini bangunan Tersebut Sangat tidak berfungsi Kosong dan tidak Digunakan. 
Pada Bagian Dalam Kawasan hanya terdapat kios-kios yang menjual kebutuhan pokok maupun lainnya serta ada yang menjual Ikan kering atau ikan Asin.




Kawasan Pasar Ikan ini Juga dikenal dengan kawasan Sunda Kelapa. pada Kawasan ini Terdapat sebuah Masjid yang sangat Terkenal banyak Orang yang dari jauh berziarah atau mengunjungi masjid tersebut 



Masjid Luar Batang adalah sebuah masjid yang berada di daerah Pasar IkanJakarta Utara. Di masjid ini terdapat makam seorang ulama bernama Al Habib Husein bin Abubakar bin Abdillah Al 'Aydrus yang meninggal pada tanggal 24 Juni 1756. Nama masjid ini diberikan sesuai dengan julukan Habib Husein, yaitu Habib Luar Batang. Ia dijuluki demikian karena konon dahulu ketika Habib Husein meninggal dan hendak dikuburkan di sekitar Tanah Abang, tiba-tiba jenazahnya sudah tidak ada di dalam "kurung batang". Hal tersebut berlangsung sampai tiga kali. Akhirnya para jama'ah kala itu bermufakat untuk memakamkan beliau di tempatnya sekarang ini. Jadi maksudnya, keluar dari "kurung batang". Masjid ini sering didatangi peziarah dari berbagai pelosok tanah air.



...Masjid Luar Batang Saat Ini...

No comments:

Post a Comment