BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Pengertian Konservasi
secara umum adalah upaya yang dilakukan manusia untuk melestarikan atau
melindungi alam . Konservasi
adalah pelestarian atau perlindungan. Secara harfiah, konservasi berasal dari
bahasa Inggris, (Inggris) Conservation
yang artinya pelestarian atau perlindungan.
Sedangkan pengertian konservasi di dalam dunia arsitektur sebagai Konsep
Proses Pengelolaan suatu tempat agar makna kultural yang terkandung terpelihara
dengan baik meliputi seluruh kegiatan pemeliharaan sesuai kondisi
dan situasi lokal Konservasi Kawasan atau sub bagian kota mencakup
suatu upaya pencegahan perubahan sosial, dan bukan secara fisik saja.
Konservasi
harus meproteksi keberadaan lingkungan dan ruang kota yang merupakan tempat
bangunan atau kawasan bersejarah dan juga aktivitasnya. Penyelamatan suatu
obyek konservasi adalah bentuk apreasiasi pada perjalanan sejarah bangsa,
pendidikan dan pembangunan wawasan intelektual bangsa antar generasi.
Konservasi suatu bangunan kolonial tidak diartikan suatu cara mengenang
kolonialisme dan ketidakberdayaan bangsa tetapi menjadi ” tantangan ” untuk
mempertahankan kemerdekaan yang sudah diraih dengan mengisi karya yang lebih
baik. Pelestarian suatu arsitektur kolonial adalah mengingatkan kegetiran serta
meningkatkan harga diri bangsa untuk tetap merdeka. Keberadaan bangunan
bersejarah memiliki signifikasi pembentukan kolektif memori serta membangun
kesinambungan sejarah yang merupakan dasar terbentuknya makna sebuah
lingkungan. Dengan demikian sangat keliru bilamana suatu program pelestarian
hanya ditujukan untuk tujuan estetika.
Pasar ikan merupakan titik awal perkembangan kota Jakarta.
Peranannya yang sangat penting, dimulai pada abad ke-16 sebagai pelabuhan Kerajaan
Tarumanegara, melewati perjalanan waktu yang diisi dengan campur tangan
berbagai bangsa, seperti Portugis, Belanda dan Inggris, juga upaya-upaya
kerajaan nusantara (Demak) untuk menguasainya. Hingga 1617 Belanda membangun
gudang-gudang Nassau dan Mauritius, yang kemudian menjadi benteng Jakarta (Fort
of Jacarta). Perkembangan selanjutnya kawasan Pasar Ikan menjadi pelabuhan
utama urat nadi perekonomian yang sangat penting. Pada perkembangan berikutnya
dibangun Pelabuhan Tanjung Priok, dengan segala kelebihannya sehingga Pelabuhan
Sunda Kelapa termasuk Kawasan Pasar Ikan mulai ditinggalkan dan dari hari ke
hari mengalami kemunduran baik dari segi ekonomi maupun dari segi kualitas
lingkungan. Hal ini berlangsung pelan tapi pasti dan menjadi proses hilangnya
salah satu mata rantai sejarah bangsa yang sangat berharga. Pemerintah DKI
Jakarta telah menyadari ancaman ini, sehingga berusaha menghidupkan kawasan
ini. Adanya keinginan atau motivasi histories untuk mengembalikan citra Jakarta
sebagai kota pantai dapat diwujudkan dengan mengembangkan Pasar Ikan menjadi
sebuah pasar festival ikan, mengingat kegiatan perdagangan ikan merupakan
kegiatan utama di kawasan. Pasar Festival Ikan di Sunda Kelapa direncanakan
menjadi suatu pasar tempat jual beli produk jenis sumber daya laut yang
didalamnya tidak hanya terdapat aktifitas jual beli saja akan tetapi juga
menawarkan atraksi berupa keunikan cara penjualan dan cara pengolahan yang sipa
disajikan untuk dinikmati ditempat sambil berekreasi. Pasar Festival ini
diajukan karena kebutuhan masyarakat Jakarta akan sarana rekreasi baru untuk
mengatasi kejenuhan akibat rutinitas dan intensitas kegiatan yang tinggi di
kota. Masyarakat dan wisatawan dapat menikmati suasana tepi pantai dengan
hidangan sea food khas kawasan serta aktivitas yang berorientasi kea lam
(outdoor) dengan atraksi yang menampilkan kebudayaan setempat.
Letak Pasar Festival Ikan di Sunda Kelapa ini memiliki
beberapa potensi, antara lain mudah diakses dari jalan darat (melalui Stasiun
Kota), jalur air (Pelabuhan Tanjung Piok dan Pelabuhan Sunda Kelapa) serta
jalur udara (relative dekat dengan Bandara Soekarno-Hatta), memiliki point of
interest berupa bangunan kuno yang dikonservasikan (Museum Bahari, Menara
Syahbandar dan bangunan pergudangan) juga memiliki potensi alam berupa view kea
rah laut dan Kepulauan Seribu. Dengan pembangunan pasar festival ikan ini
diharapkan dapatkualitas fisik dan non fisik kawasan, selain juga meningkatkan
pendapatan daerah dengan menjadikannya sebagai salah satu obyek tujuan wisata
di Jakarta Utara.
1.2 Perumusan
Masalah
Pada laporan ini akan
dibahas mengenai konservasi arsitektur meliputi kawasan Pasar Ikan Jakarta Utara.
Masalah yang dirumuskan dalam penulisan ini adalah:
Bagaimana cara melakukan konservasi pada
kawasan pasar ikan sehingga dapat mengembalikan citra Jakarta sebagai kota
pantai?
1.3 Maksud dan Tujuan
Tujuan yang
dapat kita gali dari pembahasan mengenai konservasi arsitektur
pada kawasan pasar ikan .
Tujuan
pembahasan mengenai penulisan ini adalah:
a.
Mengetahui apa
konservasi
b.
Membuka
wawasan terhadap konservasi wilayah
c.
Mengevaluasi
faktor-faktor yang menjadi kelebihan dan
kekurangan dari hasil konservasi pada kawasan pasar ikan tersebut.
sumber :
ASRIANTI,
TIFA (2002) PASAR IKAN DAN PASAR FESTIVAL IKAN DI SUNDA KELAPA
http://utara.jakarta.go.id/srv2/index.php?option=com_content&view=article&id=1&Itemid=6
kelompok
Achmad
faishal rBrigita citra wigati
Hardiansyah
Rosyida nur kamilah
4TB02