Thursday, 6 June 2013

KONSERVASI ARSITEKTUR PADA KAWASAN PASAR IKAN JAKARTA UTARA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1            Latar Belakang

Pengertian Konservasi secara umum adalah upaya yang dilakukan manusia untuk melestarikan atau melindungi alam . Konservasi adalah pelestarian atau perlindungan. Secara harfiah, konservasi berasal dari bahasa Inggris, (Inggris) Conservation yang artinya pelestarian atau perlindungan.
Sedangkan pengertian konservasi di dalam dunia arsitektur sebagai Konsep Proses Pengelolaan suatu tempat agar makna kultural yang terkandung terpelihara dengan baik meliputi seluruh kegiatan pemeliharaan sesuai kondisi dan situasi lokal Konservasi Kawasan atau sub bagian kota mencakup suatu upaya pencegahan perubahan sosial, dan bukan secara fisik saja.
Konservasi harus meproteksi keberadaan lingkungan dan ruang kota yang merupakan tempat bangunan atau kawasan bersejarah dan juga aktivitasnya. Penyelamatan suatu obyek konservasi adalah bentuk apreasiasi pada perjalanan sejarah bangsa, pendidikan dan pembangunan wawasan intelektual bangsa antar generasi. Konservasi suatu bangunan kolonial tidak diartikan suatu cara mengenang kolonialisme dan ketidakberdayaan bangsa tetapi menjadi ” tantangan ” untuk mempertahankan kemerdekaan yang sudah diraih dengan mengisi karya yang lebih baik. Pelestarian suatu arsitektur kolonial adalah mengingatkan kegetiran serta meningkatkan harga diri bangsa untuk tetap merdeka. Keberadaan bangunan bersejarah memiliki signifikasi pembentukan kolektif memori serta membangun kesinambungan sejarah yang merupakan dasar terbentuknya makna sebuah lingkungan. Dengan demikian sangat keliru bilamana suatu program pelestarian hanya ditujukan untuk tujuan estetika.
Pasar ikan merupakan titik awal perkembangan kota Jakarta. Peranannya yang sangat penting, dimulai pada abad ke-16 sebagai pelabuhan Kerajaan Tarumanegara, melewati perjalanan waktu yang diisi dengan campur tangan berbagai bangsa, seperti Portugis, Belanda dan Inggris, juga upaya-upaya kerajaan nusantara (Demak) untuk menguasainya. Hingga 1617 Belanda membangun gudang-gudang Nassau dan Mauritius, yang kemudian menjadi benteng Jakarta (Fort of Jacarta). Perkembangan selanjutnya kawasan Pasar Ikan menjadi pelabuhan utama urat nadi perekonomian yang sangat penting. Pada perkembangan berikutnya dibangun Pelabuhan Tanjung Priok, dengan segala kelebihannya sehingga Pelabuhan Sunda Kelapa termasuk Kawasan Pasar Ikan mulai ditinggalkan dan dari hari ke hari mengalami kemunduran baik dari segi ekonomi maupun dari segi kualitas lingkungan. Hal ini berlangsung pelan tapi pasti dan menjadi proses hilangnya salah satu mata rantai sejarah bangsa yang sangat berharga. Pemerintah DKI Jakarta telah menyadari ancaman ini, sehingga berusaha menghidupkan kawasan ini. Adanya keinginan atau motivasi histories untuk mengembalikan citra Jakarta sebagai kota pantai dapat diwujudkan dengan mengembangkan Pasar Ikan menjadi sebuah pasar festival ikan, mengingat kegiatan perdagangan ikan merupakan kegiatan utama di kawasan. Pasar Festival Ikan di Sunda Kelapa direncanakan menjadi suatu pasar tempat jual beli produk jenis sumber daya laut yang didalamnya tidak hanya terdapat aktifitas jual beli saja akan tetapi juga menawarkan atraksi berupa keunikan cara penjualan dan cara pengolahan yang sipa disajikan untuk dinikmati ditempat sambil berekreasi. Pasar Festival ini diajukan karena kebutuhan masyarakat Jakarta akan sarana rekreasi baru untuk mengatasi kejenuhan akibat rutinitas dan intensitas kegiatan yang tinggi di kota. Masyarakat dan wisatawan dapat menikmati suasana tepi pantai dengan hidangan sea food khas kawasan serta aktivitas yang berorientasi kea lam (outdoor) dengan atraksi yang menampilkan kebudayaan setempat.
Letak Pasar Festival Ikan di Sunda Kelapa ini memiliki beberapa potensi, antara lain mudah diakses dari jalan darat (melalui Stasiun Kota), jalur air (Pelabuhan Tanjung Piok dan Pelabuhan Sunda Kelapa) serta jalur udara (relative dekat dengan Bandara Soekarno-Hatta), memiliki point of interest berupa bangunan kuno yang dikonservasikan (Museum Bahari, Menara Syahbandar dan bangunan pergudangan) juga memiliki potensi alam berupa view kea rah laut dan Kepulauan Seribu. Dengan pembangunan pasar festival ikan ini diharapkan dapatkualitas fisik dan non fisik kawasan, selain juga meningkatkan pendapatan daerah dengan menjadikannya sebagai salah satu obyek tujuan wisata di Jakarta Utara.

1.2            Perumusan Masalah

Pada laporan ini akan dibahas mengenai konservasi arsitektur meliputi kawasan Pasar Ikan Jakarta Utara. Masalah yang dirumuskan dalam penulisan ini adalah:
Bagaimana cara melakukan konservasi pada kawasan pasar ikan sehingga dapat mengembalikan citra Jakarta sebagai kota pantai?


1.3            Maksud dan Tujuan


Tujuan yang dapat kita gali dari pembahasan mengenai konservasi arsitektur pada kawasan pasar ikan .
Tujuan pembahasan mengenai penulisan ini adalah:

a.       Mengetahui apa konservasi
b.      Membuka wawasan terhadap konservasi wilayah
c.       Mengevaluasi faktor-faktor  yang menjadi kelebihan dan kekurangan dari hasil konservasi pada kawasan pasar ikan tersebut.


sumber :
ASRIANTI, TIFA (2002) PASAR IKAN DAN PASAR FESTIVAL IKAN DI SUNDA KELAPA
http://utara.jakarta.go.id/srv2/index.php?option=com_content&view=article&id=1&Itemid=6

kelompok
 Achmad faishal r

Brigita citra wigati


Hardiansyah

Rosyida nur kamilah

4TB02